Buku Kendang Aki Bocor, Buku Bacaan untuk Siswa SD - Anak Belajar

Halaman

    Social Items

Ketika saya baca buku kendang Aki Bocor seolah-olah saya dibawa ke suatu daerah di Sumedang Jawa Barat dan sedang menyaksikan Aldo (tokoh dalam cerita) dan teman-temannya sedang belajar memainkan gendang yang didampingi oleh Aki Marsai (tokoh dalam cerita).
Buku literasi Sd

Selain belajar bermain gendang anak-anak pun belajar mengenal budaya setempat yaitu Bangreng.
Berikut ini kutipan dari buku Gendang Aki Bocor:
Ki, bangreng itu apaan?” tanya Udin penasaran.
“Apa...! Kalian tidak tahu bangreng, Ya Robana!
Cucu-cucu aki tidak tahu kesenian asli milik kita.
Ayo, nanti sambil jalan ke tempat manggung Aki akan
mendongeng tentang bangreng.”
Aki Marsai pun mulai bercerita, bahwa bangreng
adalah salah satu kesenian yang lahir di tanah Sumedang.
Seni bangreng merupakan perpaduan dari dua kesenian
yaitu seni terebang dan tari ketuk tilu.
Seni terebang berkembang di kalangan santri,
sedangkan ketuk tilu berkembang di kalangan
masyarakat biasa dan juga di kalangan bangsawan.
Pada saat penyebaran agama Islam di Sumedang,
seni terebang mulai diminati masyarakat Sumedang.
Bahkan, beberapa tokoh masyarakat mencoba
menggabungkan terebang dengan ketuk tilu yang sudah
lebih dulu digemari. Sejak itu munculah kesenian baru
gabungan dari terebang dan ketuk tilu.
“Kan dalam ketuk tilu itu ada ronggeng-nya. Nah
ini seni terebang yang ditambah penari ronggeng, jadi
disingkat bang - reng.” begitu Ki Marsai menjelaskan.
“Jadi, acara pertunjukannya seperti apa, Ki?” tanya
Udin masih penasaran.
“Acaranya ya sama dengan yang lain. Ada yang
nonton, ada yang main. Yang main nanti dibayar oleh
yang mengundang, begitu. Eheheh hehe,” canda Ki
Marsai.
(Buku Gendang Aki Bocor, 2018:25-26)

Ciri khas dari buku ini adalah adanya penyisipan bahasa daerah Jawa Barat yaitu bahasa sunda dalam cerita yang disajikan. Sehingga pembaca seolah-olah melihat cerita yang disajikan.
Bagaimana dengan pembaca yang tidak paham bahasa Sunda?
Bagi yang tidak mengetahui bahasa Sunda tenang saja, karena di setiap akhir cerita penulis buku menyajikan arti kosa kata yang digunakan dalam cerita tersebut.
Buku ini sangat cocok dijadikan bahan untuk literasi siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar.
Untuk memperoleh buku tersebut silahkan lihat dan download di
Rumahbelajar. Id


By. Nurholis, S.Pd
VCT Bacth 5 Jabar Group 101.A4

Buku Kendang Aki Bocor, Buku Bacaan untuk Siswa SD

Ketika saya baca buku kendang Aki Bocor seolah-olah saya dibawa ke suatu daerah di Sumedang Jawa Barat dan sedang menyaksikan Aldo (tokoh dalam cerita) dan teman-temannya sedang belajar memainkan gendang yang didampingi oleh Aki Marsai (tokoh dalam cerita).
Buku literasi Sd

Selain belajar bermain gendang anak-anak pun belajar mengenal budaya setempat yaitu Bangreng.
Berikut ini kutipan dari buku Gendang Aki Bocor:
Ki, bangreng itu apaan?” tanya Udin penasaran.
“Apa...! Kalian tidak tahu bangreng, Ya Robana!
Cucu-cucu aki tidak tahu kesenian asli milik kita.
Ayo, nanti sambil jalan ke tempat manggung Aki akan
mendongeng tentang bangreng.”
Aki Marsai pun mulai bercerita, bahwa bangreng
adalah salah satu kesenian yang lahir di tanah Sumedang.
Seni bangreng merupakan perpaduan dari dua kesenian
yaitu seni terebang dan tari ketuk tilu.
Seni terebang berkembang di kalangan santri,
sedangkan ketuk tilu berkembang di kalangan
masyarakat biasa dan juga di kalangan bangsawan.
Pada saat penyebaran agama Islam di Sumedang,
seni terebang mulai diminati masyarakat Sumedang.
Bahkan, beberapa tokoh masyarakat mencoba
menggabungkan terebang dengan ketuk tilu yang sudah
lebih dulu digemari. Sejak itu munculah kesenian baru
gabungan dari terebang dan ketuk tilu.
“Kan dalam ketuk tilu itu ada ronggeng-nya. Nah
ini seni terebang yang ditambah penari ronggeng, jadi
disingkat bang - reng.” begitu Ki Marsai menjelaskan.
“Jadi, acara pertunjukannya seperti apa, Ki?” tanya
Udin masih penasaran.
“Acaranya ya sama dengan yang lain. Ada yang
nonton, ada yang main. Yang main nanti dibayar oleh
yang mengundang, begitu. Eheheh hehe,” canda Ki
Marsai.
(Buku Gendang Aki Bocor, 2018:25-26)

Ciri khas dari buku ini adalah adanya penyisipan bahasa daerah Jawa Barat yaitu bahasa sunda dalam cerita yang disajikan. Sehingga pembaca seolah-olah melihat cerita yang disajikan.
Bagaimana dengan pembaca yang tidak paham bahasa Sunda?
Bagi yang tidak mengetahui bahasa Sunda tenang saja, karena di setiap akhir cerita penulis buku menyajikan arti kosa kata yang digunakan dalam cerita tersebut.
Buku ini sangat cocok dijadikan bahan untuk literasi siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar.
Untuk memperoleh buku tersebut silahkan lihat dan download di
Rumahbelajar. Id


By. Nurholis, S.Pd
VCT Bacth 5 Jabar Group 101.A4