Anak Belajar -->

Halaman

panduan Tayangan TVRI 26 oktober 2020 - 1 november 2020

 


Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan. Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankanpada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Jadwal TVRI 

jadwal tayangan TVRI 26 oktober 2020

Tayangan di Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis 29 Okotber 2020 di TVRI
Kamis 29/10, pukul 08:45
Kesultanan Cirebon
Saksikan kisah Kesultanan Cirebon yang merupakan Kerajaan Islam di Indonesia
yang terkenal di Jawa Barat.

Kamis 29/10, pukul 09:00
Nisan Aceh
Kisah warisan budaya Islam dalam nisan Aceh dan budaya masyarakat Aceh

Selasa, 27 Oktober 21.30
Film 1000 Potret Di antara dua sosok
Iben, fotografer muda berbakat yang tinggal di Jakarta. Ia harus pulang kampung karena ayahnya terkena stroke. Berbagai tantangan dihadapi saat mengurus peternakan sapi orang tuanya, mulai dari pekerja bermasalah, tidak rukun, sampai berurusan dengan seorang anak yang mengganggu sapinya,
menggunakan ketapel. Bagaimanakah Iben menghadapi itu semua?

Rabu, 28 Oktober, 21.30
Film Soekarno Ketika Bung di Ende
Ini salah satu serpihan kisah Soekarno. Kala itu, sekitar tahun 1934, akibat kegiatan politik yang meresahkan Belanda, Soekarno diasingkan ke Ende. Pada masa awal-awal, rakyat setempat tidak berani bertegur-sapa dengan Soekarno. Saat pergi kemana-mana, dia juga mendapat pengawalan dari polisi. Hidup Soekarno terkekang secara badaniah. Namun, seiring berjalannya waktu, Soekarno melakukan berbagai penyesuaian dan adaptasi. Pertama dia mulai dengan mengadakan pengajian. Dalam masa pengasingan ini, Soekarno banyak merenungkan beberapa hal, termasuk konsep dasar negara, Pancasila. Saat Soekarno sakit keras, Inggit menulis surat kepada MH Thamrin. Dia meminta agar Soekarno segera dipindahkan. Berkat bantuan Thamrin, Soekarno pindah ke Bengkulu setelah empat tahun di Ende.

Kamis, 29 Oktober 2020 pukul 21.30
Film Guru Dian
Dian, seorang guru yang diperintah ayahnya untuk mengajar di daerah terpencil.
Kondisi ini merubah kehidupan Dian secara drastis. Situasi yang berbeda, membuat Dian harus berusaha keras beradaptasi.
Saat mengajar, banyak tantangan yang dihadapi. Ada muridnya yang bermasalah. Selain itu, ia harus menghadapi kepala desa yang materialistis dan fotografer
congkak. Di balik tantangan itu, Dian berupaya untuk berjuang memecahkannya.

Sabtu, 31 Oktober, 21.30
Film Guruku Sahabatku
Kisah seorang guru SMA yang berpindah tugas dari Jakarta ke daerah. Sejak awal mengajar, ia
mendapat arahan dari kepala sekolah tentang murid-murid yang harus diperlakukan istimewa karena
orang tua mereka sering menyumbangkan uang ke sekolah.
Namun, ia tidak ingin menggadaikan prinsip mengajarnya dalam memperlakukan murid secara adil. Ia pun menemukan murid yang bermasalah, namun ia tidak memarahinya tetapi ia malah membuat kelas tambahan yang didesain dengan memposisikan guru dan siswa sama. Akankah pembelajarannya membawa keberhasilan?

Semoga bermanfaat

Download Panduan BDR TVRI - 26 Oktober - 1 November 2020 | Belajar dari rumah

Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  mendukung  Visi  dan Misi  Presiden  untuk  mewujudkan  Indonesia  Maju  yang  berdaulat, mandiri,  dan  berkepribadian  melalui  terciptanya  Pelajar  Pancasila  yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

gebyar gema pertiwi pelajar pancasila


PEKAN GEMA PERTIWI

Pekan  Gema  Pertiwi  adalah  kegiatan  untuk  mewadahi  kreatifitas  dan inovasi siswa, guru, dan orang tua kaitan dengan Internalisasi Pancasila di masa pandemi yang dituangkan melalui karya video dan cipta lagu

TEMA KARYA

Tema yang diangkat dalam Pekan Gema Pertiwi adalah “Cinta Tanah Air”

SASARAN

Sasaran  kegiatan  ini  adalah  para  siswa  SD,  Guru  SD,  Orangtua,  dan masyarakat.

PERSYARATAN PESERTA

  1. Siswa  SD  memiliki  NISN  dan  terdaftar  dalam  aplikasi  DAPODIK, guru SD masih aktif mengajar di satuan pendidikan, orangtua siswa SD, dan masyarakat. 
  2. Peserta   merupakan   siswa   dan   guru   yang mengajar   di   satuan pendidikan di bawah naungan Kemendikbud.
  3. Peserta    wajib    memiliki    akun    Facebook    (bagi    siswa    boleh menggunakan akun Facebook orangtua).

PERSYARATAN VIDEO PENDEK

  1. Durasi video maksimal 7 menit.
  2. Video  merupakan  karya  asli,  lirik  lagu  dan  aransemen  (cipta  lagu) dari    peserta    dilengkapi    dengan    Surat    Pernyataan    keaslian video/karya .
  3. Video yang dinilai adalah video yang diunggah dalam youtube mulai tanggal 19 –31 Oktober 2020.
  4. Video  tidak  melanggar  hak  cipta  (penggunaan  aset  gambar,  audio, animasi, menggunakan lisensi creative commons).
  5. Semua siswa, guru, orang tua, masyarakat boleh mengirimkan karya dengan kategori :

Video pendek dengan kategori :

  1. Ragam Budaya dan Permainan Tradisional Nusantara
  2. Proses pembelajaran Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila
  3. Berkebhinekaan Global
  4. Bergoting Royong
  5. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
  6. Karya STEM Inovasi dan Kreativitasku (Project Based Learning)
  7. Olahraga Kegemaranku dan Cita-citaku


Video Klip Cipta Lagu dengan kategori :

  1. Klip lagu tema "Cinta Tanah Air"
  2. Klip lagu tema "Lingkunganku Bebas Sampah"
  3. Klip lagu tema "Sehat Badan dan Cerdas Pikirku"


Untuk Panduan Lomba Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila download disini

Link Panduan Lomba Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila


#gebyargemapertiwipelajarpancasila

#ciptalagu

#sekolahdasar


Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila - Untuk Siswa SD, Guru SD, Orang Tua dan Masyarakat

 Dalam memperingati Hari Guru Nasional tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengadakan Sayembara Logo Hari Guru Nasional 2020. Adapun persyaratannya sebagai berikut : 

lomba desain logo hari guru




Persyaratan Peserta:

  •     Sayembara terbuka untuk umum.
  •     Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
  •     Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran di http://ringkas.kemdikbud.go.id/logohgn2020
  •     Peserta hanya boleh mendaftar dan mengunggah karya 1 (satu) kali.

Persyaratan Karya:

  1.  Karya dibuat sendiri dan merupakan karya orisinil (bebas plagiarisme).
  2.  Karya tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan kekerasan.
  3.  Karya belum pernah dipublikasikan (di media sosial, desain web, marketplace, dan lain-lain) dan  diikutsertakan pada lomba atau sayembara sejenis.
  4.  Karya sesuai tema Hari Guru Nasional Tahun 2020 “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka   Belajar”.
  5.  Karya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
           - Keteladanan
           - Profil pelajar Pancasila (Bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan                      global, dan berahlak mulia) 
           - Pemanfaatan teknologi 
           - Inovasi
           - Optimisme menuju masa depan

    6. Satu peserta hanya boleh mengirimkan satu buah karya.

    7. Ekstensi karya .jpg atau .jpeg, dalam versi berwarna dan versi hitam-putih.

    8. Ukuran maksimal file karya adalah 2 Mb, dengan resolusi minimum 800 px X 600 px.

    9. Pendaftaran tidak dipungut biaya.

    10. Peserta tidak dapat mengunggah ulang atau mengganti karya yang sudah didaftarkan.


Ketentuan:

  •     Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka mulai hari Minggu, 25 Oktober 2020.
  •     Tenggat waktu pengiriman karya adalah hari Kamis, 5 November 2020 pukul 16.00 WIB.
  •     Pemenang akan diumumkan pada hari Selasa, 10 November 2020.
  •     Kemendikbud berhak menggunakan logo pemenang sayembara untuk kepentingan publikasi        Hari Guru Nasional dan melakukan penyesuaian atau modifikasi jika diperlukan.
  •     Penggunaan logo pemenang sayembara tidak dibatasi jangka waktu.
  •     Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


Hadiah:

  •     Hadiah bagi pemenang berupa laptop dan apresiasi sebesar Rp10.000.000,00.
  •     Empat terbaik lainnya akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp1.000.000,00.
  •     Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
  •     Hadiah dikirim ke alamat dan rekening pemenang.

Info Pendaftaran klik link ini


sumber : http://ringkas.kemdikbud.go.id/logohariguru2020

Ikuti Sayembara Logo Hari Guru Nasional 2020

Salah satu materi di kelas 5 Sekolah dasar (SD) adalah materi kecepatan dan debit. pada kali ini kita akan membahas tentang menentukan jarak pada soal cerita.

soal online menentukan jarak pada soal cerita

Untuk mengingat kembali materi tentang menentukan jarak pada pemecahan masalah (soal cerita) bisa lihat video dibawah ini
Video Pembelajaran Menentukan Jarak Pada Soal Cerita







Contoh soal yang diujikan

1.Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 75 km/jam selama 5 jam. Tentukan jarak yang ditempuh mobil tersebut!

2.Pak Umar mengendarai mobil berangkat dari kota J pukul 09.30 dan tiba di kota S pukul 11.30. Kecepatan mobil Pak Umar 65 km/jam. Berapa jarak kota J ke kota S ?

untuk soal lainnya silahkan kerjakan dibawah ini dan perhatikan petunjuk pengisiannya

Petunjuk Pengisian Soal

  1. Mengisi data dengan lengkap
  2. Pilih jawaban yang dianggap paling tepat mulai dari nomor 1 - 10
  3. Setelah semua diisi klik Submit
  4. Setelah klik submit jawaban soal akan hilang dan jawaban kamu sudah masuk ke rekap nilai 
  5. Untuk cek nilai bisa klik link ini REKAP NILAI 


Silahkan isi Soal Online berikut ini

 SOAL Soal Online Menentukan Jarak pada Soal Cerita- Matematika Kelas 5

Soal Online Menentukan Jarak pada Soal Cerita- Matematika Kelas 5

 Apa itu Asesmen Nasional? 

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

mengenal asesmen nasional




Mengapa perlu ada Asesmen Nasional? 

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. 

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu). 

Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seha-rusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompe-tensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. 

Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. 




Apakah Asesmen Nasional menentukan kelulusan peserta didik? 

Tidak, Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik. Penilaian untuk kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidik dan satuan pendidikan. 


Siapa yang menjadi peserta Asesmen Nasional? 

Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir program belajarnya. Selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan. 


Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian murid? 

Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu murid menjadi kewenangan pendidik. Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. 

Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua murid perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili popu-lasi murid di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional. 


Mengapa yang menjadi sampel adalah murid kelas V, VIII dan XI? 

Hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar murid yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut. Selain itu, Asesmen Nasional juga digu-nakan untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam Asesmen Nasional. 


Apakah Asesmen Nasional menggantikan UN? 

Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengeva-luasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber infor-masi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah. Laporan hasil Asesmen Nasional akan dirancang untuk menjadi “cermin” atau umpan balik yang berguna bagi sekolah dan Dinas Pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program. 


Mengapa yang diukur adalah literasi dan numerasi? 

Asesmen Nasional mengukur dua macam literasi, yaitu Literasi Membaca dan Literasi Matematika (atau Numerasi). Keduanya dipilih karena merupakan kemampuan atau kompetensi yang mendasar dan diperlukan oleh semua murid, terlepas dari profesi dan cita-citanya di masa depan. Literasi dan numerasi juga merupakan kompetensi yang perlu dikembangkan secara lintas mata pelajaran. Kemampuan membaca yang diukur melalui AKM Literasi sebaiknya dikembangkan tidak hanya melalui pelajaran Bahasa Indonesia, tapi juga pela-jaran agama, IPA, IPS, dan pelajaran lainnya. Kemampuan berpikir logis-sistematis yang diukur melalui AKM Numerasi juga sebaiknya dikembangkan melalui berbagai pelajaran. Dengan mengukur literasi dan numerasi, Asesmen Nasional mendorong guru semua mata pela-jaran untuk berfokus pada pengembangan kompetensi membaca dan berpikir logis-sistematis. 


Mengapa Asesmen Nasional juga mengukur karakter murid? 

Asesmen Nasional bertujuan tidak hanya memotret hasil belajar kognitif murid namun juga memotret hasil belajar sosial emosional. Asesmen nasional diharapkan dapat memotret sikap, nilai, keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan. Hal ini penting untuk menyam-paikan pesan bahwa proses belajar-mengajar harus mengembangkan potensi murid secara utuh baik kognitif maupun non kognitif.


Bagaimana kaitan antara Asesmen Nasional dengan kurikulum? 

Asesmen Nasional mengukur kompetensi mendasar (general capa-bilities) yang dapat diterapkan secara luas dalam segala situasi. Kompetensi mendasar ini perlu dipelajari oleh semua murid dan sekolah, sehingga dibangun melalui pembelajaran beragam materi kurikulum lintas mata pelajaran. 

Target asesmen yang sekedar mengukur penguasaan murid akan konten atau materi kurikulum menjadi tidak relevan karena di era informasi saat ini, pengetahuan faktual semakin mudah diperoleh dan diakses oleh hampir setiap orang. Sekedar mengetahui menjadi tidak cukup dan kurang relevan. 

Asesmen Nasional berfokus mengukur pada kemampuan murid untuk menggunakan dan mengevaluasi pengetahuan yang diperoleh dari beragam materi kurikulum untuk merumuskan serta menyelesaikan masalah. Asesmen Nasional menggeser fokus dari keluasan pe-ngetahuan menuju kedalaman kompetensi dari kurikulum. 


Apa peran Asesmen Nasional dalam pendidikan jalur non-formal? 

Warga belajar diwajibkan menempuh ujian kesetaraan untuk dinyatakan lulus pendidikan non-formal. Asesmen Nasional meru-pakan ujian kesetaraan yang menjadi salah satu syarat kelulusan. Oleh karena itu, peserta Asesmen Nasional dalam pendidikan jalur non-formal tidak dipilih secara acak oleh Kemdikbud. Peserta Asesmen Nasional pendidikan jalur non formal adalah warga belajar yang mendaftarkan diri untuk ujian kesetaraan. Hasil ujian kese-taraan tersebut sekaligus digunakan sebagai Rapor PKBM.


Sumber : Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemdikbud

#asesmennasional

#kemdikbud

#literasi

Perlu diketahui tentang Assesmen Nasional

gangguan peredaran darah manusia

 

Sistem peredaran darah manusia dapat mengalami kelainan/ gangguan. Beberapa gangguan dan penyakit pada peredaran darah, yaitu:

1.Anemia

Anemia terjadi karena kekurangan sel-sel darah atau cairan darah. Penyebab anemia, antara lain:

  • Pendarahan di dalam maupun di luar tubuh. Pendarahan ini mengakibatkan kekurangan cairan darah.
  • Kekurangan vitamin B12 dan zat besi, sehingga mengakibatkan kekurangan sel-sel darah.


Gejala-gejala anemia, antara lain tubuh terasa lemah, mudah lelah, mata berkunang-kunang, dan mudah kesemutan.


Bagaimana cara mengatasi anemia?

Anemia yang tidak parah disarankan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B12. Adapun anemia yang parah dibantu dengan transfusi darah.


2.Hipertensi

Hipertensi adalah penyakit di mana tekanan darah seseorang melebihi normal. Hipertensi disebut juga darah tinggi. Hipertensi disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini disebabkan oleh lemak atau zat kapur. Hipertensi dapat mengakibatkan gangguan pada jantung, ginjal, dan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke). Stroke dapat mengakibatkan kelumpuhan. 


Gejala-gejala tekanan hipertensi, antara lain, sakit kepala, tengkuk terasa pegal, dan tiba-tiba keluar darah dari hidung. 


Bagaimana cara mengatasi hipertensi?

Penderita hipertensi harus mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, memperbanyak minum, mengurangi pekerjaan berat, dan lebih banyak istirahat. Pengobatan hipertensi dapat

dilakukan oleh dokter secara bertahap

.

3.Leukemia

Leukemia adalah penyakit di mana sel darah putih diproduksi secara berlebihan. Leukemia disebut juga kanker darah. Leukemia terjadi karena sel darah putih yang berlebihan memakan sel darah

merah.


Gejala-gejala leukemia, antara lain badan lemah dan kurang nafsu makan. Perawatan bagi penderita leukemia sebaiknya dilakukan oleh dokter. 


4.Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit di mana darah sukar membeku. Penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Hemofilia mungkin juga disebabkan kekurangan zat makanan tertentu,

misalnya vitamin K. 


Bagaimana cara mengatasi hemofilia?

Pada hemofilia yang tidak parah, apabila bagian tubuh terluka dapat ditaburi serbuk trombin. Pada hemofilia berat sebaiknya pengobatan diserahkan kepada dokter.


5.Pelebaran pembuluh darah, 

Pelebaran pembuluh darah dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises.

Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.


6.Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.


7.Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter.


8.Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.


9.Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.



Semoga bermanfaat

#tematikkelas5

#tema4kelas5sd

#peredarandarahmanusia

#gangguanperedarandarah

#belajardarirumah

#pjj

#BDR

Gangguan dan Penyakit Pada Peredaran Darah Manusia- Tematik tema 4 kelas 5 SD