Memilih Butir Soal yang sesuai jenjang Kemampuan Berpikir (C1- C6) - Anak Belajar

Halaman

    Social Items

Setiap mata pelajaran mempunyai penekanan kemampuan yang berbeda dalam mengambangkan proses berpikir siswa dan jenjang kemampuan berpikir yang akan diuji pun berbeda-beda, jika tujuan suatu mata pelajaran lebih menekannkan pada pengembangan prosesberpikir analisis, evaluasi dan kreasi maka butir soal yang akan digunakan dalam ujian harus dapat mengukur kemampuan tersebut. Kumpulan butir soal yang akan digunakan dalam  ujian harus dapat mengukur proses berpikir yang relevan dengan proses berpikir yang dikembangkan selama proses pembelajaran.
penentuan c1,c2,c3,c4,c5,c6

Ada 6 ranah kognitif yang dikembangkan Bloom yaitu ingatan (C1), pemahaman (C 2), penerapan (C 3), analisis (C4) evaluasi (C 5) dan kreasi (c6) yang dapat digunakan dalam memilih jenis butir soal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran di kelas. Berikut ini rincian dari jenjang kemampuan berpikir.

  1. Ingatan (C 1) merupakan jenjang proses berpikir yang paling sederhana. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir ingatan apabila butir soa tersebut hanya meminta pada siswa untuk mengingat kembali tentang segala sesuatu yang telah diajarkan dalam proses pembelajaran seperti mengingat nama, istilah, dan sebagainya tanpa menuntu kemampuan untuk memahami atau menggunakannya.
  2. Pemahaman (C2) merupakan jenjang proses berpikir yang lebih tinggi dari ingatan. Butir soal dikatakan mampu  mewakili kemampuan pemahaman jika butir soal tersebut tidak hanya meminta siswa untuk mengingat kembali tentang segala sesuatu yang telah diajarkan pada siswa tetapi siswa itu harus mengerti, dapat menangkap arti dari materi yang dipelajari serta dapat melihat dari beberapa segi.
  3. Penerapan (C3) merupakan jenjang proses berpikir yang lebih tinggi dari pemahaman. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir penerapan jika butir soal tersebut meminta pada siswa untuk memilih, menggunakan suatu rumus, metode, prinsip, hukum.
  4. Analisis (C4) merupakan jenjang proses berpikir setingkat lebih tinggi dari penerapan. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan analisis jika butir soal tersebut meminta siswa untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan antar bagian tersebut. 
  5. Evaluasi (C5), merupakan jenjang berpikir yang lebih kompleks dari analisis. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir evaluasi jika butir soal tersebut meminta pada siswa untuk membuat pertimbangan atau menilai terhadap sesuatu berdasarkan kriteria- kriteria yang ada. 
  6. Kreasi (C6) merupakan jenjang proses berpikir yang paling kompleks. Proses berpikir ini menghendaki siswa untuk menghasilkan suatu produk baru sebagai hasil kreasinya. 

Demikian beberapa tingkatan kemampuan berpikir yang bisa digunakan dalam memilih atau membuat butir soal dalam mengevaluasi kemampuan berpikir siswa. Semoga bermanfaat.

Memilih Butir Soal yang sesuai jenjang Kemampuan Berpikir (C1- C6)

Setiap mata pelajaran mempunyai penekanan kemampuan yang berbeda dalam mengambangkan proses berpikir siswa dan jenjang kemampuan berpikir yang akan diuji pun berbeda-beda, jika tujuan suatu mata pelajaran lebih menekannkan pada pengembangan prosesberpikir analisis, evaluasi dan kreasi maka butir soal yang akan digunakan dalam ujian harus dapat mengukur kemampuan tersebut. Kumpulan butir soal yang akan digunakan dalam  ujian harus dapat mengukur proses berpikir yang relevan dengan proses berpikir yang dikembangkan selama proses pembelajaran.
penentuan c1,c2,c3,c4,c5,c6

Ada 6 ranah kognitif yang dikembangkan Bloom yaitu ingatan (C1), pemahaman (C 2), penerapan (C 3), analisis (C4) evaluasi (C 5) dan kreasi (c6) yang dapat digunakan dalam memilih jenis butir soal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran di kelas. Berikut ini rincian dari jenjang kemampuan berpikir.

  1. Ingatan (C 1) merupakan jenjang proses berpikir yang paling sederhana. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir ingatan apabila butir soa tersebut hanya meminta pada siswa untuk mengingat kembali tentang segala sesuatu yang telah diajarkan dalam proses pembelajaran seperti mengingat nama, istilah, dan sebagainya tanpa menuntu kemampuan untuk memahami atau menggunakannya.
  2. Pemahaman (C2) merupakan jenjang proses berpikir yang lebih tinggi dari ingatan. Butir soal dikatakan mampu  mewakili kemampuan pemahaman jika butir soal tersebut tidak hanya meminta siswa untuk mengingat kembali tentang segala sesuatu yang telah diajarkan pada siswa tetapi siswa itu harus mengerti, dapat menangkap arti dari materi yang dipelajari serta dapat melihat dari beberapa segi.
  3. Penerapan (C3) merupakan jenjang proses berpikir yang lebih tinggi dari pemahaman. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir penerapan jika butir soal tersebut meminta pada siswa untuk memilih, menggunakan suatu rumus, metode, prinsip, hukum.
  4. Analisis (C4) merupakan jenjang proses berpikir setingkat lebih tinggi dari penerapan. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan analisis jika butir soal tersebut meminta siswa untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan antar bagian tersebut. 
  5. Evaluasi (C5), merupakan jenjang berpikir yang lebih kompleks dari analisis. Butir soal dapat dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir evaluasi jika butir soal tersebut meminta pada siswa untuk membuat pertimbangan atau menilai terhadap sesuatu berdasarkan kriteria- kriteria yang ada. 
  6. Kreasi (C6) merupakan jenjang proses berpikir yang paling kompleks. Proses berpikir ini menghendaki siswa untuk menghasilkan suatu produk baru sebagai hasil kreasinya. 

Demikian beberapa tingkatan kemampuan berpikir yang bisa digunakan dalam memilih atau membuat butir soal dalam mengevaluasi kemampuan berpikir siswa. Semoga bermanfaat.